Kamis, 03 Desember 2015

Tugas 8 Ilmu Budaya Dasar - Tradisi Makan Bajamba di Minangkabau

Tradisi Makan Bajamba di Minangkabau
Wildayati Aulia
17515568
1PA12

Makan Bajamba adalah tradisi makan bersama dalam satu piring besar, tradisi ini sudah turun temurun sampai sekarang di Minangkabu. Adapun tujuan dari Makan Bajamba adalah untuk meningkatkan silahturahmi dan kebersamaan satu suku dengan suku lain serta sesama warga di dusun, jorong dan Nagari. Makan Bajamba biasanya diadakan pada pesta pernikahan, pada helat Batagak Panghulu (Malewakan gala) atau diwaktu gotong royong dan acara lainnya.

Biasanya sebelum Makan Bajamba dimulai, para janang ditanyai oleh silang nan bapangka (tuan rumah), apakah hidangan pada masing-masing jamba sudah betul-betul cukup. Karena pada dasarnya tiap jamba, baik sambal/lauk pauk, air minum di gelas dan di cerek hendaknya sudah tersedia di tempat. Begitu juga nasi tambah sudah terhidang pula.


Makan Bajamba mempunyai sopan santun atau etika tersendiri. Tamu yang ikut makan bajamba haruslah ditempatkan sesuai dengan fungsinya, seperti sumando (ipar) mamak rumah (tuan rumah) kawan samo gadang (teman sepermainan) dan lain sebagainya. Menyuap nasi tidak boleh dengan genggaman yang besar, mengambil nasi haruslah dengan ujung jari. Agarnya nasi tidak berserakan (rimah) ada baiknya nasi dikepal dulu sebelum dimakan. Demikian juga ketika tangan kanan menyuap, tangan kiri sudah bersiap-siap dibawah dagu dengan maksud menampung serakan nasi.

Kemudian Makan Bajamba dilaksanakan secara bersama-sama. Makan Bajamba bagi laki-laki duduk bersila di atas lantai mengeliling talam (biasanya juga memakai daun pisang) dan saling berhadapan. Dan bagi yang perempuan duduk bersimpuh, juga saling berhadapan. Makan Bajamba paling banyak 6 orang ditiap kelompok termasuk janang untuk menambah nasi dan lauk pauk kalau dirasakan kurang.

Penyelenggaraan Makan Bajamba ini sangat elastis, Makan Bajamba tidak mesti di atas tikar permadani tetapi juga boleh diatas tikar pandan atau tikar anyaman, atau pun plastik. Sesuai dengan kemampuan "nan dalam basikaram, nan dangka basijengkeng"

Sumber :
http://www.jeraminews.com/2015/03/tradisi-makan-bajamba-di-minangkabau.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar