Jumat, 27 November 2015

Tugas 4 Ilmu Budaya Dasar - Kebudayaan 3D dari Sumatera Barat : Indang Pariaman, Kesenian Tiga Dimensi

Kebudayaan 3D dari Sumatera Barat
Indang Pariaman, Kesenian Tiga Dimensi
Wildayati Aulia
17515568

Indang berasal dari Aceh. Adapula yang berpendapat bahwa Indang dibawa oleh orang Minangkabau yang hendak memperdalam agama Islam ke Aceh, Pono namanya. Pono dikenal sebagai Syekh Burhanuddin. Pada awal abad ke-17, Pono pergi ke Aceh untuk memperdalam ilmu Islam. Ia pun berguru pada Syekh Abdurauf yang berasal dari Barus. Selama kurang lebih 14 tahun, Pono belajar dan menjadi murid kesayangannya. Syekh Aburauf memberi nama Burhanuddin kepada Pono. Ia juga memerintahkan beberapa orang untuk mengawal Pono untuk kembali ke negara asalnya.

Setelah kembali ke kampung, Syekh Burhanuddin menemukan benda yang bertuliskan Rabbana. Rupanya benda tersebut adalah milik salah seorang pengawalnya yang tertinggal. Pada bagian dalamnya tertulis kalimat tahuid dan kalimat rasul serta pada bagian tengahnya tertulis nama Tuanku Ripa’i. Rebana peninggalan Tuanku Ripa’i ini pun diperbanyak.

Bahan Rebana itu berasal dari batang nangka dan kulit kambing yang disembelih menurut ajaran Islam. Itulah asal muasal permainan Indang di Tanjung Medan Ulakan Kabupaten Padang Pariaman yang kemudian menyebar dan disenangi masyarakat.


Permainan Indang biasanya dilakukan sambil duduk berdampingan, berderet antara 9-25 orang, jumlahnya biasanya ganjil. Orang yang turut berperan penting dalam Indang adalah Tukang Dikir yang berfungsi sebagai penyanyi tunggal yang kemudian diikuti oleh seluruh pemain. Serta adapula Tukang Alih yang berfungsi untuk mengubah gerakan yang satu kepada gerakan yang lain dan mengubah cara pukulan ripai yang dipegang oleh para pemain.

Indang Piaman merupakan Indang yang paling populer di Sumatera Barat. Salah satu kekhasan Indang ini adalah selalu dimainkan pada malam hari dan dibawakan oleh 3 kelompok dari 3 desa yang berbeda. Ketiga grup duduk dalam posisi segitiga. Mereka memiliki sebuah tema atau masalah yang hendak didiskusikan. Sebelum permainan dimulai diadakan persetujuan terlebih dahulu grup mana yang akan memulai permainannya.

Pertunjukkan Indang menampilkan tiga kelompok penyaji, yaitu: kelompok pangka (tuan rumah) dan dua kelompok alek (tamu). Satu kelompok Indang terdiri dari 8-22 pemain laki-laki, seorang sebagai tukang dikir (creator) dan anak Indang.

Satu kelompok penampil akan mempresentasikan materi pembukaan (permintaan izin dan kerelaan), manasik (kaji keislaman), pasambahan (sapaan dan permintaan maaf dan lainnya), rundiangan (pertanyaan, jawabanm dan pertanyaan lanjutan), penutup (permintaan untuk dijawab).

Indang merupakan kesenian tiga dimensi yaitu musik, tari, dan resitasi. Pemain menari sambil menyanyikan syair diiringi instrument rapa’I (rebana ukuran kecil). Teks resitasi bersumber dari Al Quran, riwayat nabi Muhammad, riwayat syekh, dan kajian sifat Allah nan duo puluh.

Sumber :
http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/2311/indang-piaman-kesenian-tiga-dimensi
https://www.google.com/search?q=PERMAINAN+INDANG+PARIAMAN&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwifuLmEuK_JAhXSG44KHSQgAJ0Q_AUICCgC&biw=1366&bih=633#imgrc=ewTvls_JpYb_3M%3A

Selasa, 17 November 2015

Tugas 3 Ilmu Budaya Dasar - Kebudayaan Malam Bainai

Kebudayaan Malam Bainai
Wildayati Aulia
17515568
1PA12

Sebuah lagu minang terkenal berjudul malam bainai, melukiskan betapa meriahnya suatu upacara perkawinan di Minangkabau. Secara harfiah “bainai “ artinya melekatkan tumbukan halus daun pacar merah yang dalam istilah Sumatera Barat disebut daun inai ke kuku-kuku jari calon pengantin wanita. Tumbukan halus daun inai ini kalau dibiarkan lekat semalam, akan meninggalkan bekas warna merah yang cemerlang pada kuku. Lazimnya dan seharusnya acara ini dilangsungkan pada malam hari sebelum keesokan paginya calon anak daro melangsungkan akad nikah.

Busana khusus untuk upacara bainai yakni baju tokoh dan bersunting rendah. Perlengkapan lain yang digunakan antara lain air yang berisi keharuman tujuh kembang, daun iani tumbuk, payung kuning, kain jajakan kuning, kain simpai dan kursi untuk calon mempelai.


Menurut kepercayaan zaman dahulu, kegiatan memerahkan kuku-kuku jari calon anak daro ini juga mengandung arti magis. Ujung-ujung jari yang dimerahkan dengan daun inai dan dibalut daun sirih, mempunyai kekuatan untuk melindungi si calon anak daro dari kemungkinan ada manusia yang iri dengan si calon anak daro. Riwayat acara bainai yaitu pada mulanya memasang inai tidak saja upaya menampilkan kecantikan pada bagian dari anggota tangan anak daro, namun juga menurut kepercayaan kat zaman dahulu. Kuku-kuku yang telah diberi pewarna merah yang berarti juga selama ia berada dalam kesibukan menghadapi berbagai macam perhelatan perkawinannya itu ia akan tetap terlindung dari segala mara bahaya.


Setelah selesai melakukan pesta-pesta, warna merah pada kuku-kukunya menjadi tanda kepada orang-orang lain bahwa ia sudah berumah tangga sehingga bebas dari gunjingan kalau ia pergi berdua dengan suaminya kemana saja.

Saat kini, kepercayaan kuno yang tak sesuai dengan tauhid Islam ini, sudah ditinggalkan. Sekarang memasang inai, merupakan bagian dari perawatan dan upaya menampilkan asesoris kecantikan anak daro, dan tidak lebih dari itu. Memerahkan kuku jari, tidak memiliki kekuatan menolak mara bahaya apa pun, karena perlindungan diri dari pengaruh jahat yang mengancam si anak daro, berada pada kekuasan Allah SWT.

Pada kesempatan upacara memasang inai ini, setiap orang tua yang diminta untuk melekatkan inai ke jari calon anak memberikan nasehat secara berbisik ke telinga calon anak daro. Bisikan-bisikan itu bisa berlangsung lama, bisa sangat singkat. Nasehat-nasehat yang sangat rahasia mengenai kehidupan berumahtangga, atau bisa juga hanya sekedar gurau agar si calon anak daro tidak cemberut saja dihadapan orang ramai. Pelaksanaan acara akan dipimpin oleh seorang pemandu yang mampu menhidupkan acara ba – inai.

Di daerah Pariaman wanita yang memandu acara disebut uci-uci, untuk daerah nagari lain, pemandu acara mungkin dilakukan oleh amai – amai atau mande-mande sesuai dengan kebiasaan setempat. Seringkali juga pada malam bainai ini acara dimeriahkan dengan menampilkan kesenian-kesenian tradisional Minang.

Di wilayah pesisir meliputi Painan, Padang – Pariaman hingga Lubuk Basung, hiburan yang ditampilkan ialah musik gamat dengan irama musik Melayu serta disertai joget Melayu Deli. Semua acara ini mengundang tamu agar secara spontan tegak menari bersama. Dengan menggunkan selendang-selendang, penari wanita akan mengajak kaum pria agar menari melayu secara bersama.


Senin, 16 November 2015

Tugas 2 Ilmu Budaya Dasar - Kebudayaan Selfie

Kebudayaan Selfie

1. Apa itu selfie??
Menurut Wikipedia 2014 Selfie adalah kependekan dari “Self-potrait photograph” atau photo yang diambil sendiri, biasanya diambil dengan kamera telepon genggam atau kamera genggam dan diambil secara vertical.

2. Sejarah selfie
Siapa dan photo selfie mana yang pertama??
mungkin kita bisa mengacu pada photo Robert Cornelius – Sang penemu camera pada tahun 1839, tapi hal ini juga masih banyak menjadi bahan perdebatan, termasuk keraguan yang diungkapkan oleh Dr. Michael Pritchard; Akhli sejarah sekaligus direktur Royal Photographic Society yang meragukan apakah photo Robert Cornelius mengambil photo itu sendiri atau diambil dengan bantuan asistennya.

“Nampaknya photo selfie pertama baru lahir beberapa tahun kemudian, mengingat kamera dengan timer otomatis baru diketemukan sekitar tahun 1880. beberapa kamera juga dilengkapi dengan kabel panjang yang memungkinkan penggunanya menekan tombol dari jarak yang dibutuhkan”, unggkap Dr. Michael Pritchard.

3. Bagaimana selfie saat ini?
Munculnya genersi Smartphone dengan kamera depan bisa jadi merupakan awal meningkatnya budaya selfie yang berkembang dan menyebar dengan sangat cepat ditengah masyarakat. Cuma dibutuhkan beberapa detik untuk mengambil photo dan menyebarkannya di media sosial yang akan dilihat oleh ratusan, ribuan bahkan mungkin jutaan orang pada saat yang sama di tempat dan situasi yang berbeda. Kalau anda melanjutkan membaca, anda akan tahu baik dan buruknya “Selfie” dalam tulisan berikut.

Kemudahan akses internet dan menjamurnya media sosial menjadikan budaya ini demikian mudah menyebar. Siapa saja bisa melakukan selfie. Mulai dari pembantu rumah tangga, anak sekolah, eksekutif kantoran bahkan selebritis yang photo-photonya sudah sangat sering di muat di media. Rihanna, Justin Bieber, Madonna dan Lady Gaga pun dikenal sebagai selebriti yang suka selfie dan rajin meng-upload photo selfienya di media sosial.

4. Dampak buruk dari selfie
Obsesi selfie yang belebihan juga bisa mengakibatkan kelainan jiwa yang serius seperti yang dilansir oleh media online mirror.co.uk. Danny Bowman seorang remaja beruia 19 tahun menjadi demikian terobsesi untuk ber-selfie-ria sehingga dia bisa menghabiskan 10 jam tiap harinya dengan mengambil kurang lebih 200 photo dirinya demi untuk mendapatkan photo selfie yang sempurna.

Sebuah obsesi yang dipicu oleh keinginan untuk membuat para remaja putri tertarik kepadanya. Juga kepercayaan palsu bahwa penampilan yang sempurna adalah modal utama untuk mendapatkannya. Karena gagal mendapatkan photo selfie yang dianggapnya sempurna dia mencoba melakukan bunuh diri dengan meminum pil hingga overdosis. Beruntung dia bisa diselamatkan oleh Ibunya.
“Saya terus menerus berusaha mendapatkan photo selfie yang sempurna dan saat saya tidak juga mendapatkannya, saya ingin segera mengakhiri hidup. Saya kehilangan teman, pendidikan, kesehatan dan hampir saja kehilangan hidup saya”, katanya.

Saat kita mendapatkan sesuatu yang hebat dan patut dirayakan – apa yang biasa kita lakukan? Kita ber-selfie-ria dan meng-uploadnya agar tiap orang bisa melihatnya. Menyenangkan rasanya mendapati orang terkagum-kagum menyaksikan keberhasilan kita. Tapi dunia ini tidak beredar disekelilingmu sendirian, harus selalu ada batasan antara yang sedekar ingin berbagi atau menyombongkan diri pada tiap orang disetiap kesempatan.

Minggu, 18 Oktober 2015

Tugas 1 Ilmu Budaya Dasar - Kebudayaan Ngaben

Kebudayaan Ngaben
Wildayati Aulia
17515568
1PA12

Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali, Indonesia. Upacara adat Ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur. Keluarga yang ditinggalkan pun akan beranggapan bahwa orang yang meninggal tersebut sedang tertidur. Dalam upacara ini, tidak ada air mata karena mereka menganggap bahwa jenazah hanya tidak ada untuk sementara waktu dan menjalani reinkarnasi atau akan menemukan peristirahatan terakhir di Moksha yaitu suatu keadaan dimana jiwa telah bebas dari reinkarnasi dan roda kematian. Upacara ngaben ini juga menjadi simbol untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal.

Dalam ajaran agama Hindu, jasad manusia terdiri dari badan halus (roh atau atma) dan badan kasar (fisik). Badan kasar dibentuk oleh lima unsur yang dikenal dengan Panca Maha Bhuta. Kelima unsur ini terddiri dari pertiwi (tanah), teja (api), apah (air), bayu (angin), dan akasa (ruang hampa). Lima unsur ini menyatu membentuk fisik dan kemudian digerakkan oleh roh. Jika seseorang meninggal, yang mati sebenarnya hanya jasad kasarnya saja sedangkan rohnya tidak. Oleh karena itu, untuk menyucikan roh tersebut, perlu dilakukan upacara Ngaben untuk memisahkan roh dengan jasad kasarnya.

Tentang asal usul kata Ngaben sendiri ada beberapa pendapat. Ada yang mengatakan bahwa Ngaben berasal dari kata beya yang berarti bekal. Ada yang berpendapat dari  kata ngabu yang berarti menjadi abu.  Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa Ngaben berasal dari kata Ngapen yakni penyucian dengan api. Dalam kepercayaan Hindu, dewa Brahwa atau dwa pencipta dikenal sebagai dewa api. Oleh karena itu, upacara ini juga bisa dianggap sebagai upaya untuk membakar kotoran yang berupa jasad kasar yang masih melekat pada roh dan mengembalikan roh pada Sang Pencipta.
Bagi masyrakat di Bali, Ngaben adalah momen bahagia karena dengan melaksanakan upacara ini, orang tua atau anak-anak telah melaksanakan kewajiban sebagai anggota keluarga. Oleh sebab itu, upacara ini selalu disambut dengan suka cita tanpa isak tangis. Mereka percaya bahwa isak tangis justru hanya menghambat perjalanan roh mencapai nirwana.Hari yang sesuai untuk melakukan upacara Ngaben biasanya didiskusikan dengan para tetua atau orang uang paham. Tubuh jenasah akan diletakkan di dalam sebuah peti. Peti ini diletakkan di dalam sebuah sarcophagus yang berbentuk lembu atau diletakkan di sebuah wadah berbentuk vihara. Wadah ini terbuat darI kertas dan kayu. Bentuk vihara atau lembu ini dibawa menuju ke tempat kremasi melalui suatu prosesi. Prosesi tersebut tidak berjalan pada satu jalan lurus karena bertujuan untuk menjauhkan roh jahat dari jenasah.


Puncak Upacara adat Ngaben adalah prosesi pembakaran keseluruhan struktur yaknik Lembu atau vihara tadi berserta dengan jenasah. Prosesi Ngaben biasanya memerlukan waktu yang cukup lama. Bagi jenasah yang masih memiliki kasta tinggi, ritual ini bisa dilakukan selama 3 hari. Namun, untuk keluarga yang kastanya rendah, jenasah harus dikubur terlebih dahulu baru kemudian dilakukan Ngaben.

Upacara Ngaben di Bali biasanya dilakukan secara besar-besaran seperti sebuah pesta dan memakan biaya yang banyak. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang melakukan upacara Ngaben dalam selang waktu yang lama setelah kematian. Saat ini, masyarakat Hindu di Bali banyak yang melakukan upacara Ngaben secara massal untuk mengemat biaya. Jadi, jasad orang yang sudah meninggal dimakamkan untuk sementara waktu sambil menunggu biayanya mencukupi. Namun, bagi keluarga yang mampu, Upacara adat Ngaben bisa dilakukan secepatnya.

Secara garis besarnya Ngaben itu dimaksudkan adalah untuk memproses kembalinya Panca Mahabhuta di alam besar ini dan mengantarkan Atma (Roh) kealam Pitra dengan memutuskan keterikatannya dengan badan duniawi itu. Dengan memutuskan kecintaan Atma (Roh) dengan dunianya, Ia akan dapat kembali pada alamnya, yakni alam Pitra. Kemudian yang menjadi tujuan upacara ngaben adalah agar ragha sarira (badan / Tubuh) cepat dapat kembali kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta di alam ini dan Atma dapat selamat dapat pergi ke alam pitra. Oleh karenanya ngaben tidak bisa ditunda-tunda, mestinya begitu meninggal segera harus diaben. Agama Hindu di India sudah menerapkan cara ini sejak dulu kala, dimana dalam waktu yang singkat sudah diaben, tidak ada upacara yang menjelimet, hanya perlu Pancaka tempat pembakaran, kayu-kayu harum sebagai kayu apinya dan tampak mantram-mantram atau kidung yang terus mengalun. Agama Hindu di Bali juga pada prinsipnya mengikuti cara-cara ini. 

Cuma saja masih memberikan alternatif untuk menunggu sementara, mungkin dimaksudkan untuk berkumpulnya para sanak keluarga, menunggu dewasa (hari baik) menurut sasih dll, tetapi tidak boleh lewat dari setahun. Tetapi sebenarnya dengan mengambil jenis ngaben sederhana yang telah ditetapkan dalam Lontar, sesungguhnya ngaben akan dapat dilaksanakan oleh siapapun dan dalam keadaan bagaimana juga. Yang penting tujuan utama upacara ngaben dapat terlaksana. Sementara menunggu waktu setahun untuk diaben, sawa (jenasah / jasad / badan kasar orang yang sudah meninggal) harus dipendhem (dikubur) di setra (kuburan). Untuk tidak menimbulkan sesuatu hal yang tidak diinginkan, sawa pun dibuatkan upacara-upacara tirta pengentas.

Dan proses pengembalian Panca Maha Bhuta terutama Unsur Prthiwinya akan berjalan dalam upacara mependhem ini. Ngaben selalu berkonotasi pemborosan, karena tanpa biaya besar kerap tidak bisa ngaben. Dari sini muncul pendapat yang sudah tentu tidak benar yaitu : Ngaben berasal dari kata Ngabehin, artinya berlebihan. Jadi tanpa mempunyai dana berlebihan, orang tidak akan berani ngaben. Anggapan keliru ini kemudian mentradisi. Akhirnya banyak umat Hindu yang tidak bisa ngaben, lantaran biaya yang terbatas. Akibatnya leluhurnya bertahun-tahun dikubur. Hal ini sangat bertentangan dengan konsep dasar dari upacara ngaben itu.

Dari beberapa penelusuran terhadap berbagai lontar di Bali, ngaben ternyata tidak selalu besar. Ada beberapa jenis ngaben yang justru sangat sederhana. Ngaben-ngaben jenis ini antara lain Mitrayadnya, Pranawa dan Swasta. Namun demikian, terdapat juga berbagai jenis upacara yang tergolong besar, seperti sawa prateka dan sawa wedhana.

Sumber :

Sabtu, 10 Oktober 2015

Antropologi Tugas 1

Antropologi


1.      Pengertian Antropologi
Antropologi berasal dari bahasa Anthropos yang berarti manusia, dan Logos yang berarti ilmu, yang berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia.
Antropologi mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis, antropologi muncul pertamakali karena ketertarikan bangsa Eropa terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat yang beragam.
Secara umum antropologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia yang menuyusun generalisasi yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri, dan memberikan pengertian tentang budaya, tradisi, bahasa dll.

Pengertian lain antropologi menurut ahli :
a.      Ralf L Beals dan Harry Hoijen
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia dan semua apa yang dikerjakannya
b.      Darwin
Antropologi ingin membuktikan asal mula dan perkembangan manusia dengan melakukan berbagai macam penelitian terhadap kera atau monyet
c.       David Hunter
Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang manusia
d.      William A. Havilland
Antropologi adalah studi yang mempelajari tentang manusia yang menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia serta perilakunya untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia
e.      Koentjaraningrat
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia yang pada umumnya mempelajari aneka warna bentuk fisik masyarakat dan kebudayaan yang dihasilkan masyarakat tersebut

2.      Biografi
1.      Franz Boas (1858-1942)

Seorang ahli dibidang antropologi yang menjadi pencetus sebagai antropologi modern dan bapak antropologi Amerika yang lahir pada 9 Juli 1858 di Jerman. Kedua orang tuanya adalah peneliti mengenai Yahudi.
Ia menerima gelar doktor dalam fisika dan post-doktoral di bidang geografi. Boas sebagai orang pertama yang menerapkan metode ilmiah dalam mempelajari masyarakat dan kebudayaannya.
Dia mempelajari secara ekstensif budaya Indian Kwakiuti. Boas menyatakan bahwa koleksi data dari setiap aspek adalah unsur yang penting untuk memahami suatu budaya yang terkenal termasuk The Mind Of Primitive Man (1911). Antrophology And Modern Life (1928) dan Race, Language, dan Culture (1940).

2.      Margaret Mead (1901-1978)

Dikenal sebagai antropolog budaya Amerika, lahir tanggal 16 Desember 1901 di Philadelphia. Ayahnya sebagai seorang profesor di sebuah universitas, ibunya sebagai aktivis sosial. Mead banyak memberikan konstribusi terhadap pemahamannya akan konsep modern tentang budaya barat dan Amerika.
Banyak buku yang Mead terbitkan tentang isu-isu kontemporer dan masyarakat primitif. Dan Mead juga sebagai pendukung kuat hak perempuan.
Karyanya yang paling terkenal adalah Coming Of Age in Samoa (1928). Growing Up In New Guinea (1930). Sex and Temperament in Three Primitive Societies (1935) dan Blackbarry Winter. My Earlier Years (1972).
Mead meninggal di New York City pada 15 November 1978, dalam usia 76 tahun.

3.      Sumber
Prabowo,Hendro.1996.Pengantar Antropologi:Jakarta.Universitas Gunadarma




Sabtu, 07 Desember 2013

Kutipan Resonansi Jiwa "Jessica"

Pada suatu malam, “Budi” seorang executive success, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas berkas pekerjaan kantor,yg dia bawa pulang kerumah,karna keesokan harinya ada rapat umum yg sangat penting dengan para pemegang saham.
Ketika sedang asik menyeleksi dokumen kantor tersebut,Putrinya Jessica datang mendekati dan berdiri dekat disampingnya sambil memegang buku cerita baaaarrruuu. Buku itu bergambar seorang peri kecil yg sangat menarik perhatian Jessica
Jessica : “pa , lihat Jessi punya buku baru baaaguss deCcCcChh!!” Jessica berusaha menarik perhatiaan ayahnya. Budi menengok kearahnya sambil menurunkan kacamatanya.kalimat yg keluar hanya kalimat basa basi
Budi : “waaah, bagus ya Jes”
Jessica : “iya papa” 
Jessica merasa senang , karena ada tanggapan dari ayahnya. 
“bacaan Jessi dong pa” pinta Jessi dengan lembut
Budi : “waaah, papa sedang sibuk sekali ni,jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat,lalu Dia mengalihkan perhatiaannya dengan kertas kertas yg berserakan didepannya.
Jessica diam, tapi dia belum menyerah,dengan suara lembut dan sedikit manja,dia kembali merayu ayahnya.
Jessica : “pa,mama bilang, paaapa mau baca untuk jessy”
Budi : “lain kalii Jessica,sana! Papa lagi banyak kerjaan nih” budi berusaha memusatkan perhatiannya kepada lembaran kertas kertas tadi.
Menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempat yg penuh harap dan tiba tida Dia memulai percakapan lagi
Jessica : “pa, gambarnya bagus bagus deh,papa pasti suka.
Budi :” Jessica, papa bilang “ LAIN KALI..!!!” Budi membentaknya dengan keras, kali ini Budi berhasil membuat Jessica mundur.Matanya berkaca kaca, dan dia bergeser menjauhi ayahnyaSelang beberapa saat.... 
Jessica : “ya pa, lain kali aja ya pa” dia masih sempat mendekati ayahnya dan menyentuh lembut tangan ayahnya,dia menaruh buku cerita di pangkuan ayahnya.
Jessica :”pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras keras ya pah, supaya Jessica bisa denger.

Hari demi hari telah berlalu tanpa terasa 2 pekan berlalu,namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita peri kecil, belum pernah dibacakan bagi dirinya,hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras.
Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris,bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yg membawa kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi.Tubuh Jessica mungil terlempar beberapa meter . Dalam keadaan yg begitu panik,ambulans didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica sempat berkata dengan begitu lirih.Jessica :”papa,mama, jessi takut pa. Jessi sayang papa dan mama”
Darah segar terus keluar dari mulutnya........................,hingga...... dia tidak tertolong lagi, ketika sesampainya dirumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu mengguncang hati nurani Budi, tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.... Kini yg ada hanyalah sebuah penyesalan. Permintaan sang buah hati yg sangat sederhanapun tidak dia penuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan Budi, tangan kecil anaknya yg memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita. Kini , sentuhan kecil itu sangat berarti sekali.
Sore itu setelah segalanya berlalu , yang tersisa hanyalah kesunyian dan keheningan hati.Canda dan riang Jessica kecil , tidak akan terdengar lagi. Budi mulai membuka buku cerita peri kecil yg diambilnya perlahan dari obokan mainan Jessica dipojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan yg tak berbentuk, menghiasi lembar lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati dengan mata yg berkaca kaca. Dia membuka halaman pertama dengan suara yg sangat keras.Tampak sekali Dia berusaha membacanya dengan sangat keras. Dia terus membacanya dengan keras keras, halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.
Budi :” Jessiiiiiiiiii..!!!, dengaaaaar..!!!, papa baca untukmu naaaaaaak..!!!” selang beberapa kata,hatinya pun memohon lagi
Budi : “jessiiiii...!!!, papa mohon ampun nak, papa sayang sama Jessiiiiii.” Seakan tiap kata dalam bacaan itu,begitu menggores lubuk hatinya .
Tak kuasa menahan sakit, Budi bersujud dan menangis,memohon kepada tuhan untuk diberi kesempatan lagi. Untuk belajar MENCINTAI.

Summary :LUANGKANLAH WAKTU UNTUK ORANG YANG ANDA CINTAI DAN KASIHI, KARNA HIDUP HANYA SEKALI”

Kutipan Resonansi Jiwa "Catatan Buku Coklat"


Cerita Cinta Sejati sepasang muda-mudi yang akhirnya menjadi suami istri, namun dalam kehidupan mereka semakin hari, semakin tidak menemukan kecocokan dalam rumah tangganya. Ini merupakan Kisah cinta sejati yang mengharukan.
Di kisahnya, bahwa si cewek begitu sayang dan setia mencintai cowoknya, dari masa-masa pacaran hingga keduanya menikah menjalani rumah tangga.Dalam kisah cinta sejati mereka, si cewek atau sang istri mencatat semua kejadian perjalanan cintanya dalam buku cokelat, baik itu menyakitkan maupun sebaliknya.
Catatan Buku cokelat tersebut merupakan salah satu bukti kesetiaan dan ketulusan sang istri kepada suaminya. Berikut adalah cerita selengkapnya.
Kisah Cinta Sejati “CATATAN BUKU COKLAT”
Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. “Ia sungguh cantik” kataku dalam hati, “Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik”. Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku
.
"Hmm… aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya."
6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.

Jantungku serasa mau berhenti…

23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…
Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.

Melly, karenanya dia aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya.

Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi pacaran kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah untuk Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah untukku. Ya, ia memang membelinya di malam hari dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun… “Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun sayang…”

Kamis, 05 Desember 2013

Puisi


"Guruku"
(Wildayati Aulia)

Pagi yang indah deruan angin menerpa wajah
Tatapan kosong penuh dengan tanya
Menghiasi wajah ku saat melihat sebuah coretan tak bermakna
Dengan senyum kau ajarkan aku arti coretan itu
Kertas kosong yang belum mempunyai arti apa pun di fikiranku
Sekarang, perlahan lahan mulai dipenuhi oleh coretan kasar

Engkau guruku yang lahir dengan kelembutan hati
Membimbingku menatap luasnya ilmu dan dalamnya pengetahuan
Menaburkan benih benih kasih saying tiada lelah
Mengajar dengan senyuman yang selalu kau hiasi di bibirmu untuk kami
Coretan kasar itu berubah menjadi arti yang dalam bagi kami
Selembar kertas yang kutulis dengan tinta hitam ini
Untuk bekal menyongsong masa depan
Agar aku dan teman temanku sukses dihari nanti

Guruku
Padamu aku berguru
Dan padamulah kami meniru
Kau membimbing kami dari tidak tau apa apa
Hampir tau segalanya ..
Terimakasih untukmu lewat puisi guru

Selasa, 19 November 2013

Profil SMA N 1 Bukittinggi

SMA Negeri 1 Bukittinggi adalah sekolah menengah pertama di Bukittinggi yang berdiri pada tanggal 23 Juli 1959. Awalnya sekolah yang beralamatkan di Jl. Syekh M Djamil Djambek No.36 ini merupakan harta rampasan perang Belanda dan Jepang harta ini digunakan untuk pembangunan sekolah.
SMA Negeri 1 Bukttinggi ini lahir dari pemekaran SMA negeri ABC Bukittinggi yang berlokasi di Birugo atau tepatnya SMA Negeri 2 Bukittinggi sekarang. pada awalnya SMA ini dikenal dengan SMA 1B dan pada tahun 1958 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu di Jl. Syekh M. Djamil Djambek No.36 Bukittinggi (Landbouw).
gedung induk SMA Negeri 1 Bukittinggi, yang mulai dibangun pada tahun 1957 dan selesai pada tahun 1959  merupakan bantuan pemerintah.

Lokasi SMA ini cukup luas, sehingga memungkinkan berbagai macam fasilitas sekolah ini terbilang lengkap.
Laboratorium yang di miliki SMA 1 ini :

  • Labor Kimia
  • Labor Biologi
  • Labor Fisika
  • Labor Bahasa
  • Labor Komputer

SMA Negeri 1 Bukittinggi juga mempunyai perpustakaan yang berakreditasi A, selain itu SMA Negeri 1 Bukittinggi mempunyai Aula yang cukup luas, bukan hanya warga sekolah yang menggunakannya seperti acara perpisahan, pertemuan ataupun acara penyuluhan, tetapi Aula ini juga digunakan untuk kepentingan bersama, seperti pertemuan seluruh guru se kota Bukittinggi, ataupun acara lainnya.
selain itu, SMAN 1 Bukittinggi juga mempunyai kantin yang besar.

SMAN 1 Bukittinggi juga mempunyai alumni yang sangat peduli dengan SMA1 ini, berbagai macam kenangan yang telah diberikan oleh para alumni ke SMA ini, contohnya Tiang Bendera SMA 1 yang kokoh, Meja Diskusi yang nyaman, dan Lintasan lompat jauh yang sangat bermanfaat, selain itu masih banyak yang lainnya.

Gimana? kerenkan SMA Negeri 1 Bukittinggi ini, bagi yang ingin masuk SMA 1 ini tetap semangat, dan bagi yang ingin berkunjung ke SMA 1 bukittinggi yang indah ini silahkan datang ke Jl. Syekh M, Djamil Djambek No.36 Bukittinggi ini ..

untuk identitas umunya :
    1. Alamat : Jl. Syekh M. Djamil Djmabek No. 36 Bukittinggi
    2. Telepon/Fax : (0752) 22549 / (0752) 626202
    3. Email : smansa_landbouw@yahoo.co.id
    4. Website : www.sman1bukittinggi.sch.id