Selasa, 06 November 2018

#SIP_DATABASE


DATABASE


A.     Pengertian Database
Database adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatcara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Atau basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan (relasi) antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema atau struktur tertentu. Pada komputer, basis data disimpan dalam perangkat hardware penyimpan, dan dengan software tertentu dimanipulasiunruk kepentingan atau keguanaan tertentu. Hubungan atau relasi data biasanya ditunjukkan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau merepresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data yang merupakan fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya akan membentuk apa yang disebut informasi.

B.      Sejarah Database
1.             Tahun 1960
Dari awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan focus utama aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model data jaringan dibentuk lalu distandardisasi oleh Conference on Data System Language (CODASYL). Kemudian, Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer ) di tahun 1973.
Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Manajemen System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut model data hierarki. Dalam waktu yang sama, hasil kerja sama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika mengembangkan system SABRE. System SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada jaringan computer.


2.             Tahun 1970
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigm DBMS paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab menjalankan program secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.

3.             Tahun 1980
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang system basisdata dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2, Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks. System khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.
Suatu fenomena menarik adalah munculnya enterprice resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambah lapisan substansial dari fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen inventori, perencanaan sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum untuk melaksanakan tugas. Data disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian, lapisan aplikasi dapat disesuaikan pada perusahaan berbeda sehingga biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih rendah disbanding biaya pembuatan lapisan aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS memasuki dunia internet. Saat generasi pertama, web site menyimpan datanya secara ekskulisif dalam file system operasi. Pada saat ini, DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakese melalui web browser. Query dapat dibuat melalui form web dan format jawabannya dengan menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basisdata menambah fitur ini untuk DBMS mereka.

C.      Konsep Dasar Database
Konsep dasar database adalah kumpulan dari catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel.

 Sumber : Youtube

D.      Bentuk Database



1.        Hierarchical Database
Biasa digunakan untuk jaringan komunikasi data yang berupa hierarki/tree. Dasar hierarki database berusaha untuk menggambar realita dalam sebuah organisasi kebentu data komputer.



2.        Network Database
Network database dibuat karena jaringan komunikasi memiliki topology Mesh, sehingga membutuhkan bentuk ini. Network database memiliki struktur file yang sama, sehingga file yang satu dapat mengetahui/mendapatkan informasi file yang lain dengan benar.



3.      Relational Database
Bentuk database yang paking dan terbuka. Biasanya digunakan pada local saja.

E.     Struktur Database
Integrasi logis file dapat dicapai secara eksplisit atau secara implicit.
1.        Hubungan Eksplisit
Inverted index dan link field menetapkan hubungan eksplisit antara data yang terintefrasi secara logis dalam file yang sama. Suatu pendekatan untuk menetapkan hubungan eksplisit antara catatan dari beberapa file adalah dengan menyusun catatan-catatan tersebut dalam suatu hirarki. Ini disebut struktur hirarkis. Dalam struktur seperti ini, setiap catatan pada satu tingkat dapat dihubungkan ke berbagai catatan yang setingkat lebih rendah. Catatan yang memiliki anak disebut parent dan anak catatan itu sisebut children.

2.        Hubungan Implicit
Pada awal 1970-an Edgar f. Codd dan C.J. Date, keduanya dari IBM tetapi bekerja secara terpisah, mengembangkan statu pendekatan untuk menetapkan hubungan antar catatan yang tidak harus dinyatakan secara eksplisit. Link field khusus tidakperlu disertakan dalam catatan. Pendekatan Codd dan Date dinamai struktur relasional, dan menggunakan hubungan implicit, yaitu hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung dari catatan data yang telah ada. Keuntungan utama dari struktur relasional bagi CBIS adalah fleksibelitas yang ditawarkanya dalam rancangan dan penggunaan database. Pemakai dan spesialis informasi dibebeskan dari keharusan mengidentifigasi semua informasi yang diperlukan sebelum menciptakan database.

F.     Keunggulan dan Kelemahan Manajemen Sistem

1.        Keunggulan
a.         Mengurangi pengulangan data
b.        Mencapai independesi data
c.         Mengintegrasikan data beberapa file
d.        Mengambil data dan informasi secara cepat
e.         Meningkatkan keamanan
f.         Meningkatkan presentasi kesiapan data (data availability) yang berarti tersedia pada waktu dibutuhkan.
g.        Mempercepat penyimpanan dan pengambilan data.
h.        Mempercepat dan mempermudah pemrosesan data
i.          Mengurangi penyimpanan data yang rangkap
j.          Mempermudah pemrograman karena lebih fleksibel.

2.        Kelemahan/Kerugian
a.         Kurangnya ahli Data Base
b.        Biaya pemrosesan data sangat tinggi
c.         Kebutuhan software dan Hardware yang bertambah
d.        Penggabungan dan pengamanan data
e.         Mangikat pemakai untuk memperoleh perangkat lunak yang mahal
f.         Mangikat pemakai untuk memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
g.        Mangikat pemakai untuk mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

G.    Peranan Database dalam Memecahkan Kajian Psikologi

Menurut Wickaksono (2010) database merupakan tempat untuk menampung data dengan susunan yang teratur sehingga kita dapat memperoleh infromasi data kembali dengan mudah dan cepat.
Tedapat peranan penting database dalam bidang psikologi, contohnya seperti terdapat seorang anak yang memiliki masalah dalam kepribadiannya. Kemudian anak tersebut mendatangi psikolog untuk memecahkan masalah yang sedang dialaminya, maka psikolog tersebut akan mencari tau dulu data awal mengenai anak tersebut. Setelah itu, psikolog baru memikirkan langkah atau treatment selanjutnya untuk membantu anak tersebut memecahkan masalah yang dialaminya.

Daftar Pustaka :
Trikovich. 2010. https://mycasualblog.wordpress.com/2010/08/09/database-dan-strukturnya-dbms/ . diakses tanggal 5 November 2018.
Fatta, H. 2007. Analisis dan perancangan sistem informasi. Yogyakarta: Andi
Laudon, K., Laudon, J. P. 2007. Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat
Wickaksono, Y. (2010). Cara cepat mengelola database dengan macro excel. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Jr, R., Schell, G. P. Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat


Kamis, 11 Oktober 2018

#SIP_CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM) DAN EVOLUSINYA


CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM) DAN EVOLUSINYA



1.        CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM)
Fatta (2007) menjelaskan bahwa istilah computer based information system (CBIS) sebenarnya mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer.
computer based information system à hardware+software+people+procedures+information.
Laudon & Laudon (2007) menjelaskan bahwa CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan perangkat keras dan lunak komputer.

Tipe-tipe Sistem Informasi:
CBIS biasanya dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi, yaitu:
a.       Transaction Processing Systems (TPS)
b.      Management Informastion Systems (MIS)
c.       Dicision Support System (DSS)
d.      Expert System and Artificial Intelligence (ES & AI)

2.        Evolusi CBIS
a.         EDP (Electronic Data Processing)
EDP adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana. Sebagai contoh, pemrosesan data elektronis dipakai untuk update stock dalam suatu daftar barang inventory, pemrosesan transaksi nasabah bank, pemrosesan booking untuk tiket pesawat terbang, reservasi kamar hotel, pembuatan tagihan untuk suatu jenis layanan, dll.
Selain itu EDP secara umum diartikan sebagai pengguna metode automatis dalam pengolahan data komersil. Biasanya EDP ini relatif simple, aktivitas yang berulang untuk memproses informasi dalam jumlah yang besar.

b.        SIM (System Information Management)
Fatta (2007) menjelaskan bahwa sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan tanggung jawabnya untuk mengembangkan suatu SIM, diperlukan pemahaman yang baik tentang informasi apa saya yang dibutuhkan manajer dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut.
Gaol (200) menjelaskan bahwa SIM bertanggung jawab dalam menyediakan informasi untuk seluruh manajer perusahaan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus, dan keluaran bentuk matematika. Para manajer di semua wilayah fungsi dapat menerima keluaran ini, yang sebagian besar dihasilkan dari gabungan data SIA yang ada. Contoh laporan yang dimaksud adalah manajer kendali kualitas dapat menerima laporan bulanan yang menunjukkan tingkat rongsokan/tolakan untuk masing-masing tahap dalam proses di pabrik.

c.         Otomatisasi Kantor
Menurut Ranatarisza dan Noor (2013) menjelaskan bahwa otomatisasi Kantor adalah semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berada di dalam maupun di luar perusahaan. Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Bila diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antar manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik lagi selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatkan komunikasi ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
McLeod & Schell (2008) menyebutkan bahwa otomatisasi kantor adalah penerapan otomatisasi, seperti teknologi komputer, pada pekerjaan kantor. Otomatisasi kantor dapat dilacak kembali hingga awal tahun 1960-an, ketika IBM memperkenalkan istilah pengolahan kata untuk menyatakan suatu konsep yang menyatakan bahwa kebanyakan aktivitas kantor dipusatkan pada pengolahan kata-kata.

d.      Expert System
Fatta (2007) menjelaskan bahwa ES merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi.
Cara kerja ES sebagai berikut:
·         Pengguna berkomunikasi dengan sistem menggunakan dialog interaktif.
·   ES menanyakan pertanyaan (yang akan ditanyakan seorang pakar) dan pengguna memberikan jawaban.
·   Jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang dipakai dan ES sistem  menyediakan rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
·    Seorang knowledge engineer bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisisi pengetahuan, sama seperti seorang analis tetapi dilatih untuk menggunakan teknik yang berbeda.




Sumber :
Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo
Laudon, K. C., Laudon, J. P. Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat
McLeod, R., Schell, G. P. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat
Ranatarisza, M. M., Noor, M. A. (2013). Sistem informasi akuntansi. Malang: Universitas Brawijaya Press (UB Press)


#SIP_ARSITEKTUR KOMPUTER DAN SISTEM KOGNISI


KOMPUTER DAN SISTEM KOGNISI

1.        Aristektur Komputer


a.        Definisi Arsitektur Komputer
Pada tahun 1950 -1960 arsitektur komputer adalah suatu komputer aritmatik, tahun 1970 – pertengahan 1980 arsitektur komputer adalah suatu desain   instruksi untuk suatu kompiler. Lalu tahun 1990 arsitektur komputer adalah suatu bentuk desain CPU, sistem memori, sistem I/O, multiprosesor dan network komputer. Tahun 2010 arsitektur komputer adalah suatu sistem yang dapat beradaptasi sendiri, struktur yang dapat mengorganisasikan sendiri, sistem DNA (Andika, 2018).
Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program, contoh : set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter), aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Arsitektur komputer dapat bertahan bertahun-tahun tapi organisasi komputer dapat berubah sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pabrik komputer memproduksi sekelompok model komputer, yang memiliki arsitektur sama tapi berbeda dari segi organisasinya yang mengakibatkan harga dan karakteristik unjuk kerja yang berbeda.

Ada 2 Bagian Pokok Arsitektur Komputer :
               i.          Instructure Set Architecture
Spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin berinteraksi dengan komputer.
             ii.          Hardware System Architacture
Meliputi subsistem hardware dasar yaitu  CPU, Memor dan I/O system.


b.        Kelebihan dan Kekurangan Arsitektur Komputer
Kelebihan :
 ·           Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
 ·           Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
 ·           Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
 ·           Menggunakan teknologi time sharring.
 ·           Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).

Kekurangan : 
·          Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk                              menyimpannya.
·          Harganya sangat mahal.
·          Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
·          Kerjanya sangat lama.
·          Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.

2.        Sistem Kognisi Manusia



a.      Pengertian Kognisi
Istilah “cognitive´berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition kognisi adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Dalam perkembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia/satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan masalah pemahaman, memperhatikan dsb (Suardi, 2015).
Menurut Suardi (2015), kognisi adalah kemampuan psikis atau mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperlihatkan, menduga dan menilai. Dengan kata lain, kogisi menunjuk pada konsep tentang pengenalan.
Solso (2008) juga menjelaskan bahwa kognisi adalah suatu proses mental dalam memecahkan sebuah permasalahan dan berfikir kreatif. Struktur kognitif juga dapat disebut keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian alam. Dapat dikatakan bahwa setiap kejadian atau hal dilakukan manusia dalam keseharian menggunakan proses kognisi.

Human Information Processing
Info à Panca Indera à Diproses/Diolah à Disimpan à Dipangil/Pemanggilan
Cara berfikir manusia yang terdiri dari :
Tahap 1 : Memasukkan informasi (input).
Tahap 2 : Pemprosesan informasi (storage)
Tahap 3 : Pengeluaran informasi yang telah diolah (output) à berupa ide/perilaku

b.      Aspek yang Mempengaruhi Struktur Kognitif
·         Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
·         Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
·     Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi   kognisinya.

c.       Tingkatan Kemampuan Kognisi Manusia:
Menurut Bloom kemampuan kognisi manusia yaitu :
·         Tingkat pengetahuan (knowledge level), berisi kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, dll.
·         Tingkat pemahaman (comprehension level), dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb.
·         Tingkat aplikasi (application level), di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dll di dalam kondisi kerja.
·         Tingkat analisis (analythical level), seseorang akan mampu menganalisa informasi yang yang masuk dan menbagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari skenario yang rumit.
·         Tingkat sintesa (synthesis level), mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.

·         Tingkat evaluasi (evaluation level), kemampuan untuk memberi penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai evektivitas atau manfaatnya.

d.      Sistem yang Mengatur Kognitif
                                       i.              Skema : antar sistem yang terpadu dan tergabung
                                     ii.              Adaptasi, terdiri dari :
·         Asimilasi : terjadi pada objek yang meliputi biologis dan kognitif
·         Akomodasi : terjadi pada subjek

3.        Keterkaitan Arsitektur Komputer dan Sistem Kognisi Manusia
Setelah membahas penjelasan-penjelasan di atas, dapat kita lihat ada hubungan antara arsitektur komputer dengan kognisi manusia. Komputer dan kognisi memiliki persamaan dalam hal memproses informasi. Jika dikaitkan dengan arsitektur komputer yang memiliki pengertian sebagai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, maka kognisi manusia lah yang turut berperan penting dalam pembuatannya. Manusia yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak yang melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan, berbahasa yang disebut sebagai kognisi. Arsitektur komputer dibuat untuk memudahkan manusia dalam menggunakan komputer. Hal ini terkait dengan proses koginif manusia dalam mengingat informasi. Misalnya delete menggunakan gambar tempat sampah dimana tempat sampah merupakan tempat pembuangan apa saja yang sudah tidak digunakan lagi digunakan atau yang tidak diperlukan.
Arsitektur komputer sendiri juga mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Kemudian hubungan lainnya yaitu secara disadari atau tidak keduanya menjalankan proses yang secara garis besar sama yaitu proses mengolah informasi. Fungsi-fungsi seperti pengenalan pola, atensi, kesadaran, belajar, memori, formasi konsep, bahasa/pemahaman, hingga digunakan untuk pemecahan masalah ada pada keduanya meskipun di”jelaskan” dengan istilah yang berbeda.

Sumber :
Andika, Dwiky. (2018). IT-Jurnal.com: Pengertian dan Klasifikasi Arsitektur Komputer. https://www.it-jurnal.com/arsitektur-komputer/ . Diakses tanggal 10 Oktober 2018 pukul 22.14 WIB.
Awidyarso. 2008. Taksonomi Bloom. http://awidtarso65.files.wordpress.com/2008/08/taksonomi-bloom.pdf . Diakses tanggal 11 Oktober 20108 pukul 08.10 WIB
Solso, Robert L., Maclin, Otto H., Maclin, M. Kimberlyn. (2008). Psikologi kognitif. Jakarta: Erlangga
Suardi, Moh. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish
Trisatya. (2011). Perbedaan organisasi komputer dan arsitektur komputer. http://joglio.blogspot.com/2011/10/tugas-organisasi-dan-aksitektur.htmlDiakses tanggal 8 Oktiber 2018 pukul 08.22 WIB.